<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8296561</id><updated>2011-04-22T00:53:07.799+07:00</updated><title type='text'>icha rahmanti</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cintapuccino.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8296561/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintapuccino.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>chicklit_ina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18182958147663819355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8296561.post-109509071115157279</id><published>2004-09-13T22:46:00.000+07:00</published><updated>2004-09-13T22:51:51.150+07:00</updated><title type='text'>Hope this help</title><content type='html'>Cuma mau sharing jawaban interview sama Mbak Lis dari Koran Tempo, hope this help buat yang mau terbitin buku ;P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cheers&lt;br /&gt;Icha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kenapa menulis novel, bukan buku yang lain?&lt;br /&gt;  Sebetulnya dulu sekali ide awalnya saya justru kepingin membuat sebuah buku tentang dunia &lt;br /&gt;  Kepenyiaran/ broadcasting, sesuai dengan dunia yang saya geluti semenjak kuliah. Saya cinta &lt;br /&gt;  dunia broadcasting, dan ini adalah pe er saya ke depan. Tapi kenapa akhirnya saya memilih &lt;br /&gt;  novel, khususnya genre CHICK LITERATURE atau CHICKLIT, adalah karena berawal dari &lt;br /&gt;  kesukaan saya membaca beragam jenis buku, saya akhirnya berkenalan dengan buku-buku &lt;br /&gt;  bergenre chicklit—baik yang terjemahan atau luar. Setelah membacanya saya jatuh cinta, suka &lt;br /&gt;  sekali dengan gaya penulisan genre ini, tapi sekaligus gemas, karena dua hal :&lt;br /&gt;1. Ternyata perempuan di belahan dunia manapun hampir sama ya masalahnya…jadi kenapa &lt;br /&gt;      kita  tidak bercerita tentang kita sendiri? Waktunya perempuan Indonesia punya ceritanya &lt;br /&gt;      sendiri…&lt;br /&gt;2. Cerita perempuan kita akan lebih menarik dan kuat karena kita bukan mereka, kita punya &lt;br /&gt;      different values dari budaya, agama, dan paham sosial kita yang justru bisa menjadi local &lt;br /&gt;      insight yang unik buat pembaca dari luar, walaupun itu tadi, we do have same issues with &lt;br /&gt;      them .&lt;br /&gt;Dari situ, akhirnya saya memutuskan untuk menulis CHICKLIT BUATAN INDONESIA ASLI karena beberapa alasan :&lt;br /&gt;1. Saya jatuh cinta dengan genre chicklit dan cara bertuturnya, simpel, light, entertaining, tapi &lt;br /&gt;kadang bisa membuat kita setidaknya merenung.&lt;br /&gt;2. Saya punya misi, sekarang setidaknya supaya pembaca CHICKLIT tanah air punya option &lt;br /&gt;      suatu cerita tentang kita sendiri, diantara serbuan buku-buku terjemahan dan luar.&lt;br /&gt;3. Suatu hari nanti saya kepingin tulisan saya bisa menjadi representatif untuk INDONESIAN &lt;br /&gt;CHICKLIT bagi pembaca chicklit di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Apa yang membuat mba Nisha mengambil tema cinta sampai akhirnya novel itu berjudul &lt;br /&gt;  “Cintapucino? &lt;br /&gt;  Di Cintapuccino sebetulnya saya kepingin mengangkat satu tema yang mungkin “gue banget” &lt;br /&gt;  buat kebanyakan orang, yaitu tentang mempunyai seorang “NIMO”—mempunyai obsesi &lt;br /&gt;  terhadap seseorang , having obsession about someone, yang kadang &lt;br /&gt;  membuat kita melakukan hal-hal terkonyol, aneh dan gila dalam hidup kita karenanya. Dan &lt;br /&gt;  ternyata  berhasil, karena dari banyak feed back yang saya terima dari pembaca, rata-rata &lt;br /&gt;  mereka berkomentar betapa mereka terhanyut dalam cerita itu sendiri karena ceritanya…sekali &lt;br /&gt;  lagi : “gue banget” &lt;br /&gt;  Lalu kenapa Cintapuccino, hmm…ada satu karakter di chicklit saya, namanya Raka, dia adalah &lt;br /&gt;  mungkin potret kita kebanyakan dalam melihat satu hal. Dari hal sederhana sehari-hari, seperti &lt;br /&gt;  habit minum kopi, dan sedikit pengetahuan tentang ilmu kopi untuk membedakan au lait, latte, &lt;br /&gt;  capuccino, espresso…akhirnya Raka berteori sendiri tentang kisah cintanya dengan sang tokoh &lt;br /&gt;  utama Rahmi, bahwa saking naturalnya, cinta mereka seperti black coffee, karena black coffee &lt;br /&gt;  is the real coffee, so pure, natural. Lalu Cintapuccino itu cinta yang seperti apa? Mbak Lis &lt;br /&gt;  monggo baca bukunya… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dari mana ide itu pertama kali muncul?&lt;br /&gt;  Ide menulis chicklit, seperti sudah saya ceritakan, adalah dari kesukaan membaca sampai &lt;br /&gt;  akhirnya berkenalan dengan genre tersebut dan jatuh cinta dengannya. Tapi untuk idenya &lt;br /&gt;  sendiri adalah dari pengalaman pribadi. Hmm…ada beberapa ide waktu itu yang kepingin saya &lt;br /&gt;  tuangkan, tapi akhirnya ide tentang obsesi itu yang saya ambil karena yang saya pikir paling &lt;br /&gt;  manusiawi…maksudnya, I believe for once in their life, everybody has their own &lt;br /&gt;  obsession….entah itu sama orang lain, atau sama sesuatu, betul gak Mbak?? &lt;br /&gt;  Dan lagi, dari study saya tentang chicklit di situs-situs, yang menjadi kekuatan chicklit dibanding &lt;br /&gt;  dengan novel klasik, menurut beberapa sumber adalah cerita yang familiar dan sangat &lt;br /&gt;  personal— most of  the books are penned from personal experiences –bercerita  tentang tokoh &lt;br /&gt;  yang imperfect dalam perjuangan mencari cinta dan cita, dan ditulis dengan bahasa bertutur &lt;br /&gt;  sehari-hari yang ringan, serta  mempunyai banyak bumbu kisah cinta dan humor yang &lt;br /&gt;  membuatnya kocak dan segar. Setelah membaca sebuah chicklit, orang sering berkomentar &lt;br /&gt;  betapa cerita itu “gue banget”—seperti melihat diri sendiri dari kacamata orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Apakah ini novel pertama yang dibuat? (Kalau ada yang lainnya, bagaimana perkembangan &lt;br /&gt;  novel yang lain itu?)&lt;br /&gt;  Ya, ini chicklit pertama, Cintapuccino adalah debut saya dalam menulis  chicklit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menulis sebuah novel? (Kalau novel “Cintapucino” &lt;br /&gt;  itu sendiri berapa lama?)&lt;br /&gt;  Saya menulis Cintapuccino sekitar 3 minggu, untuk draft pertama, yang kemudian seperti mobil, &lt;br /&gt;  saya test drive dulu pada teman-teman saya yang saya pikir adalah sasaran pembaca, dan &lt;br /&gt;  mereka mempunyai banyak referensi untuk buku-buku sejenis ( popular ficiton ) atau mereka &lt;br /&gt;  memang hobi membaca dan menulis. Lalu perbaikan-perbaikan, sampai akhirnya betul-betul &lt;br /&gt;  jadi yang siap cetak kurang lebih 3-4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Bagaimana ceritanya, sampai mba Nisha menawarkan buku itu ke penerbit? (Tolong ceritakan &lt;br /&gt;  liku-likunya mba, dari awal menawarkan sampai akhirnya diterima. Begitu juga pernak-&lt;br /&gt;  perniknya, seperti apakah sempat ditolak, berapa penerbit yang pernah ditawari, dan lainnya).&lt;br /&gt;  Dari awal saya menulis Cintapuccino, saya sudah berniat untuk mempublish buku ini. Dari situ &lt;br /&gt;  saya juga mulai menjajaki dan mencari informasi tentang beberapa penerbit.  Satu concern &lt;br /&gt;  saya ketika mencari penerbit adalah, saya mencari partner—partner yang bisa mensupport &lt;br /&gt;  saya untuk mewujudkan apa yang saya ingin sampaikan dengan buku saya. &lt;br /&gt;  Draft yang saya kirim ke penerbit adalah draft ke 3 yang sudah saya uji coba dan saya perbaiki &lt;br /&gt;  sedemikan rupa, tapi selain membuat draft, saya juga melakukan research ke situs-situs penulis &lt;br /&gt;  chicklit luar seperti Jennifer Weiner ( penulis Good in Bed ), dan dari situ saya mendapat &lt;br /&gt;  banyak sekali tips berharga untuk mencari publisher.&lt;br /&gt;  Sebetulnya proses penulis di sini lebih mudah karena ada satu mata rantai yang dihilangkan &lt;br /&gt;  atau belum begitu populer yaitu fungsi agen—yang berperan seperti talent scout, dan &lt;br /&gt;  penghubung kepada penerbit. Jadi disini penulis  bisa langsung kontak dengan publisher.&lt;br /&gt;  Saya membuat cover letter—ini adalah bagian dari seluruh tulisan yang paling mewakili ide atau &lt;br /&gt;  tema cerita dan gaya penulisan—lalu saya juga membuat profile saya, juga proposal yang &lt;br /&gt;  intinya adalah memberikan penerbit alasan “why me” untuk menerbitkan tulisan saya.&lt;br /&gt;  Dari awal saya sudah mengincar Gagas Media, karena saya pikir, dari beberapa buku terbitan &lt;br /&gt;  mereka, Gagas Media lebih inovatif dan terbuka terhadap ide-ide baru.&lt;br /&gt;  Alhamdulillah untuk kasus saya, usaha membuat cover letter dan proposal itu berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Apakah yang mba Nisha bayangkan tentang liku-liku sebelum menulis buku dengan kejadian &lt;br /&gt;  yang ada di lapangan tetap sama, ataukah berbeda?. (Misalnya, mba Nisha membayangkan &lt;br /&gt;  semula mudah menulis buku sampai diterbitkan, dan kenyataannya memang mudah. Atau, &lt;br /&gt;  ternyata kenyataannya sulit).&lt;br /&gt;  Yang saya bayangkan sebelumnya adalah pasti sulit, tapi ya itu tadi karena sebelumnya saya &lt;br /&gt;  juga research dulu ke beberapa web, dan mendapatkan banyak tips dan masukan berharga, &lt;br /&gt;  saya bisa meminimalisasikan kesulitan-kesulitan yang tidak perlu. Sebetulnya karena masukan &lt;br /&gt;  dan tips yang saya baca juga yang membuat saya sudah mempersiapkan beberapa back up &lt;br /&gt;  plan  kalau naskah saya ditolak penerbit. Intinya, saya berusaha stick to my goal, yaitu &lt;br /&gt;  menerbitkan chicklit saya, walaupun dengan rencana terakhir mencoba jalur independen &lt;br /&gt;  apabila naskah saya ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hambatan apa yang ditemui ketika menulis buku itu sampai diterbitkan?&lt;br /&gt;  Hambatan pertama adalah yang berhubungan dengan cerita, saya kesulitan mengembangkan &lt;br /&gt;  karakter NIMO—karena dalam Cintapuccino, saya memilih gaya bertutur orang pertama, meng-&lt;br /&gt;  aku. Sementara itu tokoh NIMO sendiri lebih seperti objek yang diteliti dan diamati oleh sang &lt;br /&gt;  penutur ( Rahmi ). Lewat banyak diskusi dengan teman-teman, akhirnya bisa juga dicoba untuk &lt;br /&gt;  lebih dikembangkan.&lt;br /&gt;  Hambatan kedua adalah meng-editnya sesuai halaman dari penerbit karena banyak &lt;br /&gt;  pertimbangan seperti harga jual, tebal buku, dll. Ini yang paling suliiit…karena buat saya &lt;br /&gt;  secara subyektif, sama pentingnya. Untungnya penerbit saya GAGAS MEDIA malah memberikan &lt;br /&gt;  tugas ini pada saya, karena menurut mereka, lebih baik saya yang meng-edit karena saya yang &lt;br /&gt;  tahu persis ceritanya, walaupun mereka tetap memberika beberapa masukan. Ketika selesai, &lt;br /&gt;  saya senang karena hasilnya lebih tidak bertele-tele, lebih padat, dan ya….walau sulit, memang &lt;br /&gt;  lebih enak meng-edit karya sendiri ketimbang tiba-tiba dipotong oleh orang lain &lt;br /&gt;  hahahahhaha…untung akhirnya editan saya di approved juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Berapa penghasilan yang mba Nisha peroleh dari novel itu?&lt;br /&gt;  Hmmm…ini yang sulit Mbak, karena saya dibayar berdasarkan royalti, dengan rekapitulasi &lt;br /&gt;  perhitungan penjualan setiap beberapa bulan. Tapi buat saya, menulis dan menerbitkan buku &lt;br /&gt;  adalah salah satu cara membangun aset, karena ya itu tadi, sistem royaltinya…itu tabungan &lt;br /&gt;  berharga sepanjang masa, karena selama buku itu terus dicetak, royalti akan tetap &lt;br /&gt;  ada…sekarang masalahnya, how to make books that sells forever seperti buku-buku Alfred &lt;br /&gt;  Hitchcock atau Enid Blyton? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Selain novel, tulisan apa lagi yang mba Nisha sudah buat?&lt;br /&gt;  Cerpen saya dulu pernah dimuat di Kawanku, sekitar tahun 1993-1994. Lalu ada juga tulisan &lt;br /&gt;  untuk tabloid kampus di ITB ( Boulevard ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Bagaimana perkembangan tulisan tersebut? Apakah juga sukses seperti novel “Cintapucino”?&lt;br /&gt;  Depends, buat saya waktu itu, dimuat di tabloid kampus dan majalah sudah sangat &lt;br /&gt;  menyenangkan. Tapi saya hampir tidak pernah  mengirim tulisan saya ke media, karena dulu &lt;br /&gt;  saya menulis belum seserius sekarang, lebih untuk ekspresi pemikiran sendiri, atau untuk &lt;br /&gt;  dibaca teman-teman dekat. Waktu itu belum terpikir untuk meng-go public-kan tulisan &lt;br /&gt;  saya…hahahaha, karena ya itu tadi, karena tidak serius, idenya kadang dibiarkan ngambang &lt;br /&gt;  lamaaaa….dan akhirnya keburu kehilangan momen hahahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tulisan apa lagi yang akan mba Nisha buat berikutnya? Apakah masih novel? Bagaimana &lt;br /&gt;  dengan temanya, apakah masih soal cinta?&lt;br /&gt;  Saya memberi pr terhadap diri sendiri untuk menulis tentang dunia yang saya cintai, dunia radio &lt;br /&gt;  broadcasting…tapi untuk beberapa waktu ke depan, saya mau mencoba konsisten di genre &lt;br /&gt;  CHICKLIT, karena ya itu tadi, saya punya visi dan misi tertentu  lewat menulis di genre ini. Saya &lt;br /&gt;  sekarang sedang menulis chicklit berikutnya…issuenya bukan tentang cinta, tapi tentunya ada &lt;br /&gt;  bumbu cinta karena…karena love is actually everywhere!!!&lt;br /&gt;  Oya, sebetulnya di chicklit yang saya tulis, walaupun frame / keemasannya cinta, saya kepingin &lt;br /&gt;  “menyumbang” beberapa pemikiran saya lewat bahasa bertutur yang light dan sangat &lt;br /&gt;  keseharian, simpel. Misalnya, saya pribadi adalah perempuan yang berpikir bahwa sebagai &lt;br /&gt;  perempuan, kita punya kesempatan lebih banyak dan bagus untuk berwiraswasta, dan saya &lt;br /&gt;  pikir bekerja dari rumah via SOHO ( small office, home office ) atau berwiraswasta memberikan &lt;br /&gt;  kita kesempatan lebih banyak untuk kalau berkeluarga nantinya, bisa memanajemen dan &lt;br /&gt;  mengurus anak (supaya tidak menjadi anak “nenek” atau anak pembantu ) tanpa dilema-dilema &lt;br /&gt;  aturan waktu, potong gaji dll….dengan waktu yang lebih fleksibel untuk keluarga, dan waktu &lt;br /&gt;  yang lebih fleksibel untuk memanjakan diri sendiri heheheueheu…Oya, kenapa saya bilang &lt;br /&gt;  perempuan  lebih mudah dan berkesempatan lebih bagus adalah karena kita selalu bisa mulai &lt;br /&gt;  dari sesuatu yang kecil, yang “remeh” seperti menjahit, bikin kue, dll, tapi untuk laki-&lt;br /&gt;  laki…pressurenya untuk mendapatkan nafkah tetap tiap bulan untuk keluarga membuat mereka &lt;br /&gt;  lebih sulit lagi, pilihannya tidak sebanyak kita perempuan.&lt;br /&gt;  Nah, tokoh perempuan saya adalah perempuan yang berwiraswasta…&lt;br /&gt;  Saya juga suka menyentil isu-isu kecil yang sering terjadi di keseharian kita. Misalnya kadang &lt;br /&gt;  orang tua itu kalau punya anak perempuan, begitu anaknya lulus kuliah, kebanyakan lebih &lt;br /&gt;  peduli soal jodoh anaknya ketimbang perkembangan kariernya. Asal bekerja sudah bagus, tapi &lt;br /&gt;  yang lebih penting lagi…kapan menikah…??? &lt;br /&gt;  Atau ketika acara perkenalan keluarga dengan calon besan yang kadang jadi ajang yang sangat &lt;br /&gt;  menghakimi  terhadap atribut-atribut…yaaah small stuff yang kayak gitu deh Mbak…&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;· Menurut mba Nisha, bagaimana masa depan penulis buku di Indonesia?&lt;br /&gt;  Saya pernah interview satu penulis senior favorit saya dan menurutnya pribadi, menulis harus &lt;br /&gt;  dibebaskan dari tuntutan komersil untuk menjaga agar kualitasnya tetap sama, tidak terburu-&lt;br /&gt;  buru seperti kejar setoran. Well, saya pikir she’s got her point, tapi saya pikir…it depends ya, &lt;br /&gt;  objective menulis sang penulis itu sendiri. Objective ini akan menentukan tulisan seperti apa &lt;br /&gt;  yang akan digeluti. Apakah lebih sebagai seniman, sebagai tutor ( buku-buku self help dll ), &lt;br /&gt;  atau  sebagai source akan sesuatu bidang keahlian( misal bidang IT, dll ). &lt;br /&gt;  Prospeknya bagus, asalkan ya itu tadi, tetapkan tujuan mau menulis apa, untuk siapa, seperti &lt;br /&gt;  apa. Lagipula dengan semakin banyaknya rumah baca, café-library, dengan kampanye-&lt;br /&gt;  kampanye mereka mengenai support literacy movement, prospeknya bisa sangat bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Menurut mba Nisha, bagaimana sebaiknya para penulis, terutama yang pemula, memasuki &lt;br /&gt;  dunia buku dengan baik dan benar sehingga bisa sukses?&lt;br /&gt;  Rasanya sudah terjawab ya…ini dari sharing pengalaman saya ya, ya itu tadi, tetapkan &lt;br /&gt;  objective, goal…menulis apa, untuk siapa, dengan gaya seperti apa, lalu research awal &lt;br /&gt;  mengenai penerbit-penerbit mana yang bisa se-ide, lalu membuat rencana how to make them &lt;br /&gt;  interested in your work, kurang lebih seperti itu…saya juga masih banyak pe er yang harus &lt;br /&gt;  dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Apakah ada tips dari mba untuk para penulis pemula untuk bisa sukses masuk ke dunia buku&lt;br /&gt;  Sudah terjawab juga kan mba?  Oya, satu lagi, pantang mundur!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8296561-109509071115157279?l=cintapuccino.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintapuccino.blogspot.com/feeds/109509071115157279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8296561&amp;postID=109509071115157279' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8296561/posts/default/109509071115157279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8296561/posts/default/109509071115157279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintapuccino.blogspot.com/2004/09/hope-this-help.html' title='Hope this help'/><author><name>chicklit_ina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18182958147663819355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
